Anak Yatim
1. Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini. (HR. Bukhari)
Penjelasan:
(Rasulullah Saw. menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya).
2. Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)
3. Aku dan seorang wanita yang pipinya kempot dan wajahnya pucat bersama-sama pada hari kiamat seperti ini (Nabi Saw menunjuk jari telunjuk dan jari tengah). Wanita itu ditinggal wafat suaminya dan tidak mau kawin lagi. Dia seorang yang berkedudukan terhormat dan cantik namun dia mengurung dirinya untuk menekuni asuhan anak-anaknya yang yatim sampai mereka kawin (berkeluarga dan berumah tangga) atau mereka wafat. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4. Harta-benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh. (HR. Abu Ya'la dan Abu Hanifah)
5. Tidak disebut lagi anak yatim bila sudah baligh. (HR. Abu Hanifah)
6. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Ath-Thabrani)
7. Barangsiapa menjadi wali atas harta anak yatim hendaklah diperkembangkan (diperdagangkan) dan jangan dibiarkan harta itu susut karena dimakan sodaqoh (zakat). (HR. Al-Baihaqi).
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
TO ALL MY BLOG READERS
TERIMA KASIH - شكرا لك - THANK YOU - ありがとうございました - 谢谢您 - Teşekkürler - Mulţumesc - Obrigado
Khamis, 26 Ogos 2010
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
CLICK NOW
Tajuk Kegemaran
-
Kisah Biasa Yang Pesara Lalui By Idris Talu Sebermula, maka tersebutlah sebuah kisah, seorang rakan penulis yang kebetulan penulis temui di ...
-
By Idris Talu Petai kerayong tidak ada banyak bezanya dengan petai biasa. Petai kerayong bila matang, buah dan kulitnya menjadi keras, tida...
-
By Idris Talu. Buah kasai atau dalam bahasa botaninya - “ Pometia pinnata “ - dikenali juga sebagai buah matoa di kepulauan Papua. Kasai...
-
By Idris Ismail Talu Tengahari tadi, penulis ingin bertukar selera. Biasanya makan sup sayur dengan roti, hari ini ingin mencoba makan mee b...
-
By Idris Ismail Talu Ini bukan dalam cerita arahan Allahyarham P. Ramlee. Ini kampong sebenar di kawasan Kampar, Perak. Nama kampong tersebu...
-
Mekah & Madinah 1428H/2007M By Idris Talu Suasana Berulang Alik Pergi Balik ke Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Semasa berulang-a...
-
By Idris Ismail Talu Pelita tradisi ini biasa digunakan sebelum wujudnya bekalan tenaga elektrik. Ada yang diperbuat dari tembaga, timah ata...
-
By Idris Ismail Talu. Di negeri Perak, buah nadir ini dinamakan sebagai buat “seralat” atau “salat” sahaja. Sementara di tempat-tempat lain ...
-
Idris Talu Selepas Zohor, penulis bersama anak-anak dan cucu-cucu turun ke Bandar DiRaja Kuala Kangsar untuk bersiar-siar di samping meni...
-
By Idris Talu Di Perak biasa disebut “ceghopu” sementara di Negeri Sembilan disebut disebut “kecupu”. Tidak kiralah bagaimana ianya disebut,...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan