Rabu, 03 November 2010, 16:37 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dua puluh lima pelajar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Indonesia mendapat "Beasiswa ASEAN" dari Pemerintah Singapura untuk belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga pra-universitas selama empat tahun di Singapura.
"Beasiswa untuk pelajar tingkat menengah Indonesia dari Pemerintah Singapura dalam program Beasiswa ASEAN sudah diberikan sejak 1991 sehingga sudah lebih dari 500 pelajar Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini," kata Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Ashok Kumar Mirpuri pada Rabu di Jakarta.
Menurut Ashok, beasiswa itu terus dikucurkan karena kedua negara sama-sama mendapatkan manfaat. "Singapura mendapat manfaat karena para penerima beasiswa membawa ide-ide baru sementara mereka juga mendapat manfaat karena memperoleh pengalaman baru belajar bersama para pelajar dari berbagai negara seperti Asia Tenggara, Jepang, China, dan negara lain, sehingga saling menguntungkan," tambah Ashok.
Ashok mengatakan bahwa Singapura punya tradisi pendidikan yang bagus sehingga menolong para pelajar mendapatkan suasana belajar yang dapat memicu kreativitas. "Satu hal yang menarik, letak Singapura yang tidak terlalu jauh dengan Indonesia menjadikan anak-anak berusia 14-16 tahun itu tidak terlalu jauh dengan orang tua dan makanan Indonesia pun banyak tersedia di Singapura, jadi anak-anak dan keluarga tidak perlu khawatir," kata Ashok.
Seleksi beasiswa sudah dimulai sejak Juni 2010 dengan menyeleksi hasil Ujian Nasional (UN) para pelajar, pengumuman berlangsung pada Oktober 2010, dan pemberangkatan adalah pada 11 November.
Para pelajar yang berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya, dan Pontianak itu mendapat beasiswa yang mencakup uang sekolah, ongkos penginapan, satu kali ongkos pesawat pergi pulang Jakarta-Singapura, asuransi kesehatan, dan juga biaya kursus persiapan sebelum para pelajar mulai bersekolah.
"Senang karena mendapat beasiswa ini karena bisa mendapat pengalaman baru, belajar bahasa Inggris, dan Singapura kan sudah terkenal karena sistem pendidikannya bagus," kata Angga, seorang penerima beasiswa yang bercita-cita menjadi dokter.
Menurut alumni penerima beasiswa tingkat universitas (bukan tingkat sekolah menengah), Izhari Mawardi, Singapura memang unggul sistem pendidikannya, terutama dalam menghubungkan sektor pendidikan dan industri. "Salah satu pengalaman berharga yang saya dapatkan adalah bisa magang di salah satu perusahaan multinasional asing terkenal di Singapura karena ada pengaturan magang antara universitas dan perusahaan," kata Izhari yang juga aktif di organisasi mahasiswa Nanyang Technology University saat masih menjadi mahasiswa pada 2002-2006.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Ant.
Source: http://www.republika.co.id/
TO ALL MY BLOG READERS
TERIMA KASIH - شكرا لك - THANK YOU - ありがとうございました - 谢谢您 - Teşekkürler - Mulţumesc - Obrigado
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
CLICK NOW
Tajuk Kegemaran
-
Kisah Biasa Yang Pesara Lalui By Idris Talu Sebermula, maka tersebutlah sebuah kisah, seorang rakan penulis yang kebetulan penulis temui di ...
-
By Idris Talu Petai kerayong tidak ada banyak bezanya dengan petai biasa. Petai kerayong bila matang, buah dan kulitnya menjadi keras, tida...
-
By Idris Talu. Buah kasai atau dalam bahasa botaninya - “ Pometia pinnata “ - dikenali juga sebagai buah matoa di kepulauan Papua. Kasai...
-
Mekah & Madinah 1428H/2007M By Idris Talu Suasana Berulang Alik Pergi Balik ke Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Semasa berulang-a...
-
By Idris Ismail Talu. Di negeri Perak, buah nadir ini dinamakan sebagai buat “seralat” atau “salat” sahaja. Sementara di tempat-tempat lain ...
-
By Idris Ismail Talu Gambar kenangan semasa melawat ke Embun Pagi di pinggiran Danau Maninjau di Sumatra Barat (Minangkabau). Penulis bersam...
-
By Idris Ismail Talu Tengahari tadi, penulis ingin bertukar selera. Biasanya makan sup sayur dengan roti, hari ini ingin mencoba makan mee b...
-
By Idris Ismail Talu Pada Mac 2010 yang lepas, kami telah dikurniakan Allah seorang lagi cucu perempuan. Syukur ke hadrat Illahi atas kurni...
-
Nostalgia - kenangan semasa melalui zaman kanak-kanak hingga zaman belia. Pada masa dahulu memang ada dibuat reban atau rumah untuk ayam ata...
-
Perjuangan Bangsa Mempertahankan Tulisan Jawi Source: Utusan Malaysia Online.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan